"Ia memberikan nafasnya untuk kehidupanku. tapi ketika aku hidup, ia menghilang"
Penulis
Sahabatku, datang padaku. Malam itu yang meneleponku. Suaranya menangis, aku sadar sesuatu terjadi dalam hidupnya. Hatiku bersedih, ketika ia katakan ” Aku baru saja mencoba untuk mati, dan tidak berhasil..”. Kisahnya sungguh penuh emosional, dan itu terangkai dalam kisah ini..
Mungkin sulit untuk mengatakan apa yang bisa kusampaikan dalam kisahku, tapi percayalah apa yang terjadi dalam hidupku adalah sebuah pelajaran. Ya.. sebuah pelajaran untuk menghargai hidup dari seseorang yang telah memberikan kehidupan baru..
Aku masih ingat ! hal terakhir yang kulakukan dalam hidupku adalah sebuah kebodohan. Tanpa kusadari, tiba-tiba aku sudah berada dalam sebuah jembatan trotal yang membelah jalan. Seorang diri tanpa mengerti apa yang kulakukan, saat itu keadaan sudah malam. Bahkan mobil yang berjalan dibawah kakiku, masih bisa kuhitung dengan kepalaku. Anehnya , aku tidak sadar mengapa aku berada disini. Semakin aku berpikir tentang apa yang kulakukan, rasanya kepalaku semakin sakit.
Aku menyerah mencari tau keadaanku. Aku berjalan tanpa kejelasan dan terduduk disebuah halte bus yang mungkin sudah tutup.Aku tetap menunggu bus yang akan datang, berharap mereka bisa mengantarkanku pulang ke rumahku. Kusentuh saku celanaku, tidak ada satu koin dollar pun. Aku jadi bingung, mungkin saja aku baru dirampok ketika berjalan. Kepalaku sakit dan kuduga perampok itu memukulku dengan keras. Ya.. aku yakin itu yang terjadi.
Bus berhenti dihadapanku. Aku ragu untuk naik.Aku mundur selangkah membiarkan pintu itu tertutup rapat dan bus itu pun pergi dariku. Aku termenung, mencari tau yang terjadi. Dompet, telepon genggamku bahkan hilang.Saat aku tak berhenti berpikir, seseorang berjalan menatapku ia berpakain putih, rambutnya panjang. Wajahnya pucat, tapi bibirnya sangat merah dan membuatku bertanya-tanya? Mengapa gadis secantik ini ada di halte bus. Ia melihatku sejenak, terduduk tanpa ekpresi, aku melempar senyum khasku.
Tiba-tiba terpikir olehku untuk meminjam uang padanya.. aku ingat, namaku kan cukup terkenal di negeri ini. Sebagai seorang atlit, pasti dia tidak ragu meminjamkanku uang. Kudekati dia, menyapanya dengan hangat.
“ Hai.. malam..” panggilku dan dia melirikku.
“ Ya..” jawabnya pendek, “ Maaf menganggu, boleh aku minta tolong sesuatu..?” pintaku.
“ Silakan saja..penduduk Singapura selalu ramah, kamu pasti tenaga kerja ilegar yang tersesat atau turis asing yang hilang..?” tebaknya.
“ Bukan.. bukan.. aku ingin orang singapura.. “
“ Lalu. Apa yang kamu lakukan dengan pakaian tidur ditengah jalan seperti ini..” katanya padaku yang saat itu hanya memakai celana pendek dan baju kaos bertuliskan Yonex berwarna putih selaras dengan celanaku.
“ Akupun tidak tau, aku rasa aku baru saja dirampok. Mereka memukul kepalaku, dan melemparkan ditengah jembatan.. dan aku pun tersesat disini..”
Gadis itu melirikku curiga, dan berkata “ Tingkat kriminalitas disini sedikit sekali, tidak mungkin itu terjadi..”
“ Ya. Aku pun tidak tau. Makanya aku ingin pulang, karena aku tidak punya uang. Bolehkan aku pinjam uangmu..” kataku dan dia tertawa.
“ Siapa namamu?” tanyanya padaku.
“ Ronald,kamu pasti tau kan?” kataku sombong.
“ Tidak, aku tidak tau..?”
“ Aku ini atlit Tenis terkenal disini, masa kau tidak tau..” kataku menyakinkan dan wajahnya hanya datar.
“ Sudahlah..” ujarku pasrah meyakinkan.
Gadis itu bangkit dan melihatku.
“ Kamu tau, aku rasa bus terakhir sudah lewat. Jadi percuma kita menunggu disini, dimana tempatmu tinggal?”
“ Di Orchard..”
“ Kamu tau jalan untuk pulang?” tanyanya
“ Kalau dengan mobil aku tau, tapi jalan kaki, aku tidak tau..”
“ Manja sekali kamu.. kalau begitu.. ikutlah denganku sampai jarak terdekat dan kita naik kereta MRT..”
Entah mengapa aku percaya padanya, kami pun berjalan. Langkahnya cepat sekali, aku sampai berkali-kali tertinggal beberapa meter darinya. Kakiku terasa lelah ketika berjalan lebih dari satu jam lamanya tanpa henti. “ Stop.. stop.. aku cape, istirahat dulu boleh?” kataku padanya. Ia mendekatiku..” Katanya atlit, baru jalan segini saja sudah cape..”.aku membela diriku.
“ Aku baru saja mengalami perampokan dan kepalaku sakit, makluminlah..”
“ Ok.. ok..” katanya.
Perutku terasa lapar dan mulutku terasa haus,aku tidak menduga kalau gadis itu bisa menebakku. Wajahnya seolah meledekku, aku ingin memanggilnya dengan sebutan apa? Aku pun lupa bertanya namanya.
“ Hei.. namamu siapa?” tanyaku. “ Angel.. “ jawabnya.
“ Kok kamu malam-malam gini keluyuran di jalan, orang tua kamu ga cari?”
“ Astaga, aku sudah 24 tahun, bagaimana mungkin mereka peduli..”
“ Benar juga sih, tapi untuk apa kamu keluyuran malam-malam seperti ini..”
Iya melihatku dengan aneh” kamu sungguh ingin tau?” tanyanya padaku.
“ Tentu saja kalau kamu tidak keberatan..”
“ Menyelamatkan orang seperti kamu..” katanya
Aku tertawa bahkan nyaris terjungkal karena lucu mendengar jawabannya.
“ Halo.. aku ini 30 tahun, jangan membuat aku tertawa dengan kata-katamu barusan..”
“ Ya kalau menurut kamu lelucon, jalan saja sendiri pulang…” ujarnya marah dan meninggalkanku.
“ Hei.. Hei. Tunggu, jangan marahlah Angel. Aku hanya bercanda..” kataku mengejar dan terpaksa kehilangan waktu untuk beristirahat..
Kami berjalan dan berhenti di sebuah supermarket 24 jam. Aku terhenti karena melihat barisan softdrink yang menggoda imanku. Angel melihatku berhenti, ia sudah bisa menebak maksudku.
“ Kamu haus..?” tanyanya..” Iya, haus sekali. Pinjamkan aku uang dong, nanti kubayar kalau tiba dirumah..”
Angel melirikku, wajahnya tajam menatapku..” Kamu pernah mencuri?” tanyanya padaku.
“ Tidak.. kenapa berkata begitu?” tanyaku.
“ Kalau gitu mencurilah..?” katanya.
Aku terdiam dan berpikir, untuk orang sekaya aku. Untuk apa mencuri, bodohlah rasanya.
“ Tidak mau ah.. itukan dosa..”
Ia tertawa ketika mendengarkanku “ Dosa katamu hehehe?” ledeknya.
“ Ya berdosalah, mencuri itu kan sudah pasti perbuatan criminal..”
“ Lihat aku..”
Angel berjalan memasuki supermarket itu, aku melihatnya dari luar. Seorang penjaga tampak tertidur tak menyadari kedatangan Angel. Ia mengambil satu botol minum jeruk dan muncul dihadapanku. Aku terkejut melihat aksinya, ini adalah pencurian..
“ Hei, kamu mencuri..”
“ Ya, kenapa? “ ujar Angel sambil membuka minuman yang membuatku menelan ludah.
“ Minta sedikit dong..”
“ Tidak, kalau kamu mau. Ambilah ke dalam. Mumpung penjaganya tertidur.”
“ Tidak mau. .aku tidak akan mencuri seumur hidupku..”
“ Lalu apa kamu pernah berjudi?” tanyaku.
Aku terdiam dan aku bisa ingat kalau saja aku baru kehilangan sebagian besar tabunganku karena kalah judi, itu membuatku sakit hati.
“ Judi dan mencuri itu berbeda kok..” aku membela diri.
“ Jangan sok tau kamu. Mencuri itu tidak ada bedanya sama berjudi. Sama-sama menikmati hasil uang panas. Ujung-ujungnya juga masuk ke perut kamu kan?”
Mungkin Angel benar, aku berjudi dan mencuri apa bedanya? Aku jadi kehilangan prinsip hatiku. Angel berkata padaku..” Kalau kamu mau ambil cepat, kalau tidak kita harus berjalan. Aku tidak mau berjalan sebelum matahari bangkit.. “. “ Ok.. ok, akan kulakukan.. “. Melihatku terus menguruiku, hatiku terasa panas dan akhirnya aku pun mencuri sebotol softdrink dan roti berisi keju, anehnya petugas itu masih saja tertidur. Aku rasa sudah banyak pencuri yang mencuri bila melihatnya tidur seperti beruang kutub di musim dingin.
Angel melihatku dengan tersenyum ketika melihatku muncul dengan curianku.
“ Nah, selamat. Kamu sudah bergabung dengan pencuri.. nikmatilah hasilmu..”
Aku tertawa, mungkin ini hal yang lucu. Tiba-tiba Angel bilang padaku, “ Hei petugas itu bangun, ayo lari, dia melihat kita..”. mendengar itu aku panik, Angel pun ikutan berlari. Aku berlari sangat cepat tidak menoleh ke belakang. Dan kami terhenti di sebuah pohon dengan minuman dan makananku yang telah hilang dalam gengamanku. Aku marah melihat kejadian itu.
“ Kamu gimana sih? Apa yang aku curi sia-sia dong. Semua hilang kan..”
Angel tersenyum padaku sambil meledek.
“ Bukannya ini sudah biasa dalam perjudian, terkadang bisa menang, kadang bisa kalah. Kenapa harus protes..”
“ Itukan judi, inikan makanan..bedalah..” kataku kesal.
Angel tiba-tiba marah padaku.
“ Kamu itu manja banget sih, atlit tapi manja. Tidak makan juga kamu tidak akan mati. Percaya deh padaku.”
Kami terdiam, saling melirik. Rasanya aku marah padanya, Angel terduduk ditaman. Kini ia yang merasa lelah dan terduduk. Aku pun merasa jantungku nyaris copot karena terlalu lelah berlari.Aku pun terduduk disampingnya, disamping pohon besar yang sama. Malam itu dingin, tapi aku tidak merasa kulitku mempunyai epidermis untuk merasakannya. Angel terdiam, dia tiba-tiba menangis. Aku terheran, apakah aku telah melukainya hatinya.
“ Kamu kenapa nangis,?” tanyaku padanya.
“ Bukan urusanmu..?” katanya. “ Ceritalah, aku paling tidak tahan bila perempuan menangis disampingku..”
“ Kalau begitu, menjauhlah. Gitu saja kok repot..”.
Aku kehilangan kata-kata melihatnya melawan semua kalimatku yang mencoba peduli.
“ Aku tidak bisa menjauh dari kamu, karena saat ini. Cuma kamu yang aku tau bisa membawaku pulang ke rumah.” Kataku padanya.
Angel menatapku ketika dengan jelas ia mendengar kalimatku.
“ Sekarang kamu baru sadar, kalau benar aku adalah penyelamatmu..”
“ Sepertinya begitu, jadi penyalamatku. Ceritakanlah mengapa kamu menangis..”
“ Kamu sungguh ingin mendengarkan kisahku..”
“ Tentu saja, dengan senang hati..”
“ Baiklah Ronald.. inilah kisahku..”
Angel, hanyalah gadis yang seperti biasanya. Terlahir dengan keluarga Singapura lainnya yang menjunjung tinggi pendidikan. Ayahnya seorang pria kebangsaan jepang yang menikah dengan ibunya di Singapura seorang konsultan keuangan. Ia tidak pernah bahagia melihat orang tuanya yang selalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Satu-satunya yang membuat ia bahagia, hanyalah melihat idolanya. Seorang pemain bulutangkis yang handal, terkenal dan begitu ia kagumin.
Pebulutangkis itu adalah salah satu inspirasinya. Membuatnya terus bertahan hidup untuk melihat idolanya bermain. Ia tidak pernah berhenti mengikuti berita sang bintang, sampailah akhirnya ia memiliki satu kesempatan untuk bertemu dengan pria idolanya itu dalam sebuah acara jumpa fans. Ia begitu antusias, sampai-sampai datang 5 jam sebelum acara dimulai. Tapi semuanya berantakan ketika ia akan pergi dalam acara itu.
Kaki Angel terkilir dan patah saat terjatuh dari tangga rumahnya, ia tak berdaya. Tak bisa bangkit dan kehilangan moment itu. Ia hanya mampu mengirimkan bunga yang ia titipkan lewat pembantunya kepada sang bintang.Orang tuanya bahkan tidak peduli terhadap apa yang terjadi padanya, ia habiskan waktunya untuk merawat dirinya di rumah sakit. Ia pun harus duduk dikursi roda selama setahun lamanya. Tapi dengan melihat sang idolanya ia kembali semangat untuk sembuh. Hingga akhirnya Angel merasa aneh karena kakinya tidak kunjung sembuh dan akhirnya dapat sembuh setelah 3 tahun lamanya melakukan proses penyembuhan.
Ia begitu gilangnya sembuh hingga, ia memutuskan untuk melangkahkan kakinya setiap malam menelurusi jalan singapura setiap malam. Karena disaat itulah ia merasa lega dan bisa berlari bebas tanpa ada yang melihatnya.
Begitulah kisah Angel.
Aku termenung mendengar kisah yang aneh itu,
“ Jadi kamu berjalan setiap malam hanya untuk bersyukur karena kakimu pulih?”
“ Ya begitulah, ada yang salah?”
“ Tidak sih..aneh saja. Ngomong-ngomong atlit idola yang kamu bilang? Siapa namanya? Mungkin aku kenal dan bisa kuperkenalkan padamu..”
“ Tidak usahlah, dia sudah pensiun. Percuma saja..”
“ Ya, setidaknya kamu bisa bertemu kan..”
“ Maunya sih begitu, tapi aku takut dia tidak mau bertemu denganku..”
“ Loh kenapa begitu..”
Angel terdiam, wajahnya menangis kembali. Emosinya sungguh sulit dikontrol dan kapan saja bisa berubah.
“ Karena aku begitu menyeramkan baginya..”
“ Hah, kamu itu cantik. Tinggi dan rambut kamu bagus. Mana mungkin dia tidak mau ketemu kamu..”
“ Itu pujian atau hinaan?” kata Angel kesal.
“ Serius lah.. kamu tuh cantik. Percaya deh.. sekarang kasih tau saja siapa idola kamu. Aku janji akan mempertemukan kalian..”
“ Kamu yakin..”
“ Yakin sekali..”
“ Kalau begitu aku katakan kalau kamu sudah tiba dirumah saja..”
“ Ya sudah kalau begitu.”
Kami berjalan kembali tanpa batas, dan tiba-tiba aku melihat sesuatu yang tak asing bagiku saat melihat sebuah televisi flat besar yang terdapat disebuah showroom televisi.Aku terhenti sedangkan Angel terus berjalan. Sebuah tayangan gossip sedang berlangsung.
“ Angel tunggu..” kataku.
“ Kenapa lagi sih?” kata Angel. dan sosok gadis yang menjadi sumber itu adalah kekasihku. Agnes.
“ Itu pacarku.. dia sedang di wawancara..” kataku dan Angel melihatnya. Tiba-tiba dia tertawa. Aku bingung.
“ Sudahlah Ronald, aku tau kamu baru saja dirampok. Tapi tolong deh jangan mimpi gitu, artis secantik dia mana mau sama kamu..”
“ Sungguh kok dia itu pacar aku..”
Angel masih tertawa, tapi aku melihat satu hal yang tak ingin kulihat. Kekasihku berjalan dengan seorangpria yang asing bagiku. Mereka naik mobil untuk meninggalkan wartawan yang mengejarnya.
“ Kalau dia kekasihmu,. Siapa jadi pria itu..”
Aku terdiam. Hatiku marah, kami masih berada dalam sebuah status hubungan. Tapi yang kulihat dia malah sudah memiliki kekasih lain.Aku tertunduk, Angel menghiburku.
“ Sudahlah Ron, itulah namanya cinta,. tidak semua berakhir bahagia.Bersyukurlah karena kamu sudah berakhir dengannya, daripada kamu menikah dan akhirnya baru tau.. kan lebih menyakitkan.”
“ Tapi, kami saling mencintai..”
“ Cinta hanya ada dalam dunia manusia..” kata Angel.
Aku bingung dengan kalimatnya baru saja.
“ Memangnya kamu pikir aku ini monyet..?”
“ Kayaknya sih gitu.. buktinya menangis. laki-laki tidak boleh menangis, sekalipun terluka karena cinta. monyet saja yang boleh menangis..”
Angel berjalan meninggalkanku, aku masih tak habis pikir mengapa cintaku berakhir dengan tragis. Setidaknya bila Agnes ingin memiliki kekasih. Harusnya ia bisa bilang lebih dulu padaku, tapi dia mencampakkan aku begitu saja. Padahal semua waktu, materi dan hidupku telah kuberikan padanya. Aku berjalan perlahan, Angel merangkul tanganku. Sambil berkata.
“ Ayo cepatan jalan, sebentar lagi matahari terlihat..aku sudah harus pulang..”
“ Hatiku perih Ngel..”
“ Jangan bodoh, kamu pikir di dunia ini Cuma kamu saja yang pernah bersedih karena cinta. semua orang juga pernah, aku tidak suka melihat pria lemah seperti kamu. Cinta tidak akan membuatmu mati dan lagi pula.. cinta itu tidak sekali dalam hidupmu, akan terus terjadi sampai kamu mati. Ngerti.”
“ Tapi hatiku tidak terluka hanya karena Agnes, aku sudah mengalami tiga kali hal yang sama. Semua mengecewakan aku..” aku tertunduk, Angel mengangkat wajahku dengan tangannya.
“ Kau tau Ronald, aku baru mengenalmu secara pribadi 3 jam lamanya. Tapi aku bisa katakan kalau kamu itu terlalu bodoh dalam hidup.”
“ Ya. Aku memang bodoh, lebih baik aku tidak jadi manusia..”
Angel tersenyum. “ oleh karena itu aku bilang kamu lebih cocok jadi monyet..”
“ Aku lelah, aku ingin pulang..”
“ Kalau begitu jalan lebih cepat, aku antarkan kau pulang,setelah itu kita berpisah..”
Aku berjalan tapi Angel terhenti disebuah rumah sakit.aku heran mengapa ia berhenti disini, rumah sakit ini bukan rumahku. “ Kenapa kita berhenti disini..?”
“ Aku ingin kamu ikut denganku sebentar saja..”
“ Aku tidak mau, aku ingin pulang..”
“ Dasar manja, aku sudah temanin kamu jalan begitu jauh, mengapa kamu tidak mau menemaniku ke dalam. Aku ingin melihat idolaku, dia sedang dirawat di rumah sakit..”
“ Baiklah..baiklah..”
Kami menelusuri sebuah lorong rumah sakit, aku terhenti. Melihat sosok yang tak asing dalam hidupku. Itu adalah ibuku, kedua kakak perempuanku. Mengapa mereka ada disini?
“ Angel mereka ibu dan kakakku, sedang apa mereka disini..”
“ Biarkan mereka Ron, ikutlah denganku sebentar saja..” kata Angel menarik tanganku.
Aku terhenti disebuah kamar, seorang pasien yang tertidur dan berjenis kelamin laki-laki.
“ Inilah idolaku..?”kata Angel dan aku mendekat, mataku tak bisa berhenti menatap dan sesuatu yang ganjil terjadi dengan apa yang kulihat.
“ Itukan aku..” teriakku histeris.
“ Ya, itu kamu..?”
Aku mulai merasa keanehan, Angel menatapku tajam. “ Angel, aku sudah mati…?”
“ Belum, kamu belum mati. Tapi akan ..?”
“ Kenapa aku bisa mati..?”
“ Ketika kamu sadar, kamu akan tau..”
Aku masih bingung, dan mulai berpikir kalau Angel jugalah hantu.
“ Kamu sejenis denganku..?” kataku dan Angel tersenyum.
“ Aku pun belum mati. Aku masih ada di dunia, kita bertemu dalam sebuah takdir.”
Angel memegang tubuhku di ranjang, ia meletakkan tangannya yang kiri diatas tubuhku yang nyata dan mengangkat tangan kanannya padaku. “ Peganglah tangaku Ronald,maka kamu akan kembali?”
“ lalu bagaimana denganmu?”
“ Sudah kubilang aku kan penyelamatmu, sekarang kamu harus kembali, matahari akan bangkit, aku pun harus pulang..”
“ Tapi, bagaimana denganmu.. jawab”
“ Aku tidak akan bagaimana-bagaimana! Aku berharap ketika kamu sadar, ingatlah diriku walau hanya dalam mimpi.”
“ Apa kita akan bertemu lagi..”
Angel tersenyum, ia meraih tanganku, aku bisa melihatnya menitihkan air mata. Perlahan tubuhku menghilang menyatu bersama tubuh nyataku. Aku masih bisa mendengar satu kalimat terakhir darinya sebelum aku lenyap.
“ Ronald, hidupmu sangat berarti bagi orang-orang yang kamu cintai, jadi janganlah berbuat bodoh untuk hidupmu, hidupmu hanya sekali di dunia ini tapi ingatlah cintamu akan berkali-kali. Selamat tinggal, sahabatku.”
Aku memanggil Angel berkali-kali, tiba-tiba nafasku terlalu tinggi dan aku bangkit dari tidurku. Aku telah lupa akan segalanya. Ibu dan kakakku memasuki kamar, mereka langsung memelukku. Aku bingung dengan keadaanku. Aku baru menyadari setelah beberapa hari aku mulai sehat, ternyata aku telah overdosis karena pil tidur yang kucoba untuk mengakhiri hidupku. Aku baru menyadari, aku telah mengalami sebuah penderitaan hidup yang membuatku menyerah. Uangku habis di meja judi, kekasihku pergi meninggalkanku karena aku jatuh miskin.
Melihat tangis ibu dan kakak-kakakku, aku merasa malu. Tapi aku lupa dengan sosok Angel dalam hidupku. Seperti yang ia katakan padaku, ketika aku sadar. Aku akan lupa akan segalanya. Berbulan-bulan kemudian hidupku kembali normal. Aku terduduk di sebuah meja dengan minuman softdrink yang kunikmati sambil merasakan hangatnya cuaca sore dan berkah Tuhan atas kehidupanku.Seorang gadis mendekatiku, ia meminta foto bersamaku. Gadis itu bicara padaku.
“ Kamu tau, majikanku begitu mencintaimu dan bahkan menganggumimu. Sayang dia telah pergi jauh sebelum melihatmu.”
“ Majikan kamu pergi jauh kemana?”
“ Sudah meninggal karena infeksi diabetes yang dia abaikan..”
“ Pasti umurnya sudah tua ya..”
“ Tidak dia masih muda, aku punya fotonya..”
“ Boleh aku lihat..”
Ia membuka dompetnya, memberikan padaku. Sesosok gadis yang terduduk disebuah kursi roda, dan wajah perempuan itu sedang bersamanya. Tiba-tiba hatiku tersentak, wajahnya tak asing bagiku. Kepalaku berpikir tiada henti tentang banyak hal terjadi seketika. Dimana aku pernah mengingat pernah mencuri dan pernah menangis karena kehilangan kekasihku.
“ Maaf, boleh aku tau siapa nama majikanmu..”
“ Angel..”
Aku tidak asing dengan nama itu. Aku memintanya untuk mengantarkanku. Aku terhenti di makamnya. Baru kusadari, Angel meninggal tepat dimana aku bangkit dari komaku. Aku bisa ingat semuanya, semua yang pernah terjadi bersamanya walau serasa mimpi.Perempuan itu mengatakan padaku, sehari sebelum kematian gadis itu, tidak terjadi apapun ada yang aneh dengan keadaan gadis itu, dokter bilang bahkan akan sembuh. Tapi dalam sekejap dia meninggal.Aku termenung dan bisa ingat apa yang terjadi saat itu. Angel berkata ia akan menyelamatkanku, bertapa bodohnya aku kalau Angel datang dalam hidupku untuk memberikan kehidupannya padaku.
Betapa mulianya hati gadis ini, aku sungguh menyesal tidak mengucapkan terima kasih padanya dan hanya bisa mengeluh dalam masalah hidupku. Ia gadis yang kuat, walaupun kakinya perlahan hilang karena diabetes, tapi ia masih berharap bisa berjalan. Harapannya terlalu besar untuk berjalan dengan kakinya yang menghilang, ia ingin hidup.Aku menangis di makan Angel, dan bisa kupahami kalau perempuan disampingku pasti bingung. Ia bertanya padaku mengapa aku menangis.
“ Aku menangis karena menyesal tidak pernah menghargai kehidupanku yang begitu indah, begitu sempurna tapi hendak kuakhiri hanya karena masalah hidupku. Angel, dia adalah sebuah inspirasi yang membuatku malu karena telah hidup dengan nafasnya..”
“ Aku tidak mengerti kalimatmu, itu terlalu berat bagiku.”
Aku tersenyum. Meletakan bunga diatas makam Angel. biarkanlah hanya kami yang mengerti. Angel, kamu benar. Hidupku hanya sekali dan itu adalah pemberianmu. Tapi cintaku akan berkali-kali, tidak selayaknya cinta itu membunuhku.
Andai saja kamu hidup lagi, aku akan mencintaimu. Memberikan nafasku untuk hidupmu. Itulah janjiku padamu. Tiba-tiba seseorang yang mirip dengannya muncul dimakam itu. Aku bingung, perempuan itu mengatakan padaku.
“ Itu adalah saudara kembar majikanku, mereka kembar indentik..”
Angel, bolehkah aku mencintainya saudaramu..
Tamat.


0 comments:
Post a Comment