Angel menikmati rasa sakit kakinya yang patah karena kecelakaan dalam sebuah desa milik neneknya. Ia berkenal dengan seorang pria lokal bernama Oza. Masa beristirahatnya diisi oleh pria itu, mereka selalu bersama hingga tak sadar Angel mengajarkan hal yang tidak pernah Oza rasakan sebelumnya. Sebuah musik yang tidak bahkan tidak pernah ia sentuh. Sebuah gedung tua yang berisi piano klasik menjadi tempat mereka selalu bersama. Parjalanan panjang seorang Oza untuk belajar music ternyata membuahkan hasil, walau tidak sehebat yang angel. Tapi ia bertekad kelak akan membuatkan satu lagu untuk Angel.
Sayang angel harus pergi, hubungan mereka ditentang oleh sang ayah. Angel dikirim keluar negeri, tapi ia tidak bersedia dan memilih untuk lari bersama Oza. Oza setuju dan mereka berjanji untuk bertemu dan lari bersama ketempat dimana orang tuanya tidak bisa mencari mereka. Dalam sebuah perjalanan dari kampung menuju kota untuk menjemput Angel. Oza menciptakan satu music, music itu tidak berhasil sempurna karena saat itu kecelakaan menyebabkan Oza menghilang. Dan perjalanan panjang lirik ini pun berjalan dari seorang Dion seorang Phk yang tak sengaja bernyanyi, Gitta seorang remaja berambisi menjadi sutradara hingga seorang anak autis yang bersatu untuk melanjutkan dan menyatukan lagu ini.
Tanpa lagu ini angel tidak akan pernah tau kemana Oza. Tapi uniknya ketiga orang ini tidak saling mengenal hingga akhir dari ending ini lagu itu sampai dan bersatu untuk memberitahukan angel.
Angel duduk terdiam di atas sebuah rumah klasik jawa, di atas genteng yang tingginya mencapai 8 meter diatas permukaan bumi, ia termenung menatap langit-langit yang cerah dan berwarna biru lembut, rambutnya terulai berterbangan oleh angin yang melewatinya. Hembusan angin itu membuatnya menangis, ketika ia memejamkan matanya. Terbayang sebuah sosok disampingnya seorang pria yang tersenyum disampingnya dengan lesung pipi yang begitu manis. Pria itu menyerahkan sebuah catatan padanya Angel.
“ Simpan ini ya.. Kalau nanti kamu kembali. Kamu harus kembali dengan sebuah impian untuk kamu?”
Angel hanya tersenyum, Kemudian melihat setiap isi dari diary itu.
“ Aku Janji akan kembali..”
“ Pasti.. kamu harus kembali. Dengan sebuah janji yang tak akan pernah kamu lupakan..”
“ Apa Diary ini.. harus aku tulis setiap harinya.. “
“ Tulislah sampai kamu pulang.. !”
Angel menatap sebuah tulisan pembuka diary itu. sebuah lirik puisi yang begitu indah.
KAU TERLALU INDAH UNTUK KULUPAKAN
KAU TERLALU SEDIH UNTUK KUINGAT
KAU AKAN SELALU ADA DI HATIKU
SEKARANG DAN SELAMANYA
“ Ini puisi buatan kamu?” tanya Angel
“ Iya.. gimana bagus ga?”
“ aku suka.. aku harap puisi ini kelak menjadi puisi yang mempersandingkan kita ya..”
“ semoga saja..”
Pria itu memeluk Angel tepat di tempat yang sama saat Angel berdiri saat ini. beberapa saat kemudian Angel pergi meninggalkan tempat ini, tempat dimana ia bangkit dari sakitnya, bangkit dari sebuah vonis sakit yang terselamatkan. Pria itu adalah Oza seorang pemuda kampung kecil nan indah yang begitu melihat Angel langsung jatuh cinta. Ia ingat benar saat Angel datang, ia masih mengunakan kursi roda dengan bantuan ibunya. Angel memutuskan untuk tinggal di kampung neneknya hingga ia sembuh, pertemuan dengan Oza menyimpan sejuta hal yang tak bisa terlupakan. Oza pria muda yang penuh semangat menjadi teman terbaik angel selama ia sakit.
Angel berhasil sembuh beberapa saat kemudian dan ia selalu menghabiskan waktunya dengan bermain piano di sebuah Gereja kuno disamping sudut kampung. Angel mulai mengajarkan Oza bagaimana bermain music indah itu, walaupun pada akhirnya Oza mulai terbiasa dengan music itu, ia masih belum terlalu mahir sehingga Angel tak punya waktu lagi sembuh dan harus pergi. Oza jatuh cinta pada Angel, demikian pula dengan Angel yang jatuh cinta. Mereka pun bersama mengikat janji untuk bersama walaupun Angel harus pergi kembali ke kota .
Cinta mereka ternyata salah, ayah Angel tidak pernah setuju dengan cinta itu. Tapi mereka menjalani semua itu dengan sembunyi. Cinta yang begitu rapat itu akhirnya terkuak, ayah Angel begitu marah lalu memutuskan untuk memindahkan Angel ke Australia. Angel tidak punya pilihan, malam sebelum ia pergi ia menuliskan surat untuk meminta Oza membawanya lari. Oza berjanji untuk menjemput Angel di sebuah stasiun kota. Angel begitu bahagia hingga tak sadar menunggu begitu lama, Oza tidak muncul. Ia merasa kecewa dengan pria itu. sejak saat itu Oza tidak pernah muncul lagi, dengan air mata sebuah diary terakhir yang diberikan oleh Oza. Angel pun memutuskan untuk pergi ke Australia dan cinta Oza menjadi terakhir baginya.
4 tahun berlalu Angel telah menjadi seorang gadis dewasa yang tidak bisa lagi menjadi boneka ayahnya. Ia kembali ke rumah neneknya. Menjawab misteri bayangan Oza yang setiap harinya menganggu pikirannya. Setiap harinya ia selalu berdiri di atas genteng ini untuk menatap langit seperti biasanya ketika bersama Oza untuk menunggu matahari terbenam. Setiap saat itulah ia selalu menangis mengenang masa lalunya. Masa indah-bersama sang pangeran yang begitu pahit untuk dilupakan.
Sebuah catatan tersembunyi..
Oza baru saja menerima telepon dari Angel, ia menyiapkan segalanya. Sebuah tas yang berisi gitar kesayangannya kemudian beberapa bekal yang menjadi temannya dalam perjalanan. Dengan sebuah bus, ia pergi menuju kota untuk menjemput Angel. Dalam perjalanan yang melelahkan tiba-tiba ia terinspirasi membuat sebuah lagu yang hendak ia ciptakan untuk Angel, ia menuliskan lembaran itu dalam sebuah kertas kecil bukunya. Setiap hari ia selalu mencari inspirasi untuk menampung ide di kepalanya hingga tak sadar buku itu bagaian coretan yang tiada hentinya. Di dalam bus itu terdapat seorang ibu yang bersama anaknya, ibu itu begitu muda dan cantik sedangkan sang anak tampak pendiam. Usia anaknya tidak kurang 9 tahun, anak itu adalah penderita autis bernama Billy. Tapi ntah kenapa ketika melihat Oza yang bernyanyi ia terus memperhatikan pria itu.
Bus berhenti di kota dimana Angel berada, Oza turun dan Billy mendekatinya. Anak itu memperhatikannya dengan seksama. Ia melihat tulisan itu penuh hikmah, Oza menyadari terjadi kesalahan dalam liriknya ia pun merobek kertas itu dan membuangnya dan tanpa sadar kertas yang ia tulis itu menarik billy untuk mendekatinya. Billy mengambil kertas yang terjatuh itu. sedangkan Oza keluar dari bus itu dengan cepat. Billy menatap lembaran yang jatuh itu, kemudian ia mengambilnya. Sang ibu melihat anaknya.
“ Kertas apa ini..”
Billy menggengam erat kertas itu lalu tertunduk
“ Ok. Ok ibu tidak akan meminta kertas itu , bawa saja bila kamu suka. Mari pulang..”
Billy berjalan keluar dari Bus, sedangkan Oza pergi dengan cepat mencari Bus lain. Bus yang akan membawanya pada Angel. Billy menatap Oza dengan tajam, kemudian ibunya dengan cepat merangkul tangan anaknya untuk naik bus lain yang akan membawanya pulang ke rumah. Oza begitu bahagia karena ia akan bertemu Angel. Halte terlihat penuh dan ia merasa lelah, ia pun melihat taman disamping yang kosong untuk Menunggu hingga waktu berjalan, taman yang tak jauh itu sangat rindang dan menjadi tempat yang nyaman baginya untuk menikmati minuman yang ia bawa dari tasnya. Sebuah buku diary yang pernah diberikan Angel padanya menjadi teman setia hingga bus datang padanya.
Bus begitu datanh mendadak hingga ia menjadi panik takut tertinggal, ia pun terburu buru hingga melupakan diary itu di kursi tempat ia beristirahat tadi. Oza beruntung mendapatkan tempat di Bus yang penuh sesak itu kemudian Bus melaju begitu cepat hingga tak sadar sang supir kehilangan keseimbangan dan bertabrakan dengan mobil kijang didepannya. Seketika 17 dari 38 orang di Bus itu meninggal dan Oza salah satunya. Darah Oza menetes dengan pandangan mata yang hanya bisa membuatnya bersedih karena tidak dapat menyampaikan pesan terakhirnya kepada Angel, sebuah kata Maaf karena tidak dapat menjemput gadis kesayangannnya. Nafasnya pun berakhir…
Billy pulang ke rumah, ibunya menyiapkan sarapan. Ia memperhatikan catatan yang dibuat Oza, terdiri dari lirik nada yang tidak ia mengerti. Kata kata dalam lirik itu bahkan tidak ia dapat baca, Ibunya masuk ke kamar. Billy tiba –tiba berteriak histeris menangis,
“ Ada apa Billy?”
Billy menatap ibunya, memberikan lirik itu. ibunya langsung membuka lembaran kertas itu.
“ Ini adalah sebuah lirik lagu.. apa ini yang kamu dapatkan di Bus tadi ,Billy”
Billy terdiam. Ia hanya bertepuk tangan tanpa sebab, mulutnya bicara kata kata yang tak jelas tapi seperti sebuah nada lagu. Ibunya melihat keanehan pada putranya yang autis. Billy kemudian memukul tangannya ke meja memainkan jarinya seperti sebuah music. Dari sana sang ibu mengerti, bahwa putranya sedang menciptakan sebuah music. Ia melihat lirik yang diambil oleh billy kemudian mengajak putranya turun ke ruangan tamunya. Sebuah piano klasik berdiri tegak diantara sudut rumahnya. Billy ditempatkan disamping ibunya, mereka duduk bersama.
Sang ibu mulai memainkan nada itu perlahan dengan kunci G, Billy terlihat tersenyum. “Inilah obat untuk anakku, sebuah musik” ujar ibu Billy. Perjuangan sang ibu untuk mencari kesembuhan sang putra sekian lama akhirnya disadari bukan lewat apapun selain sebuah musik.
Seorang pria berjalan sambil memegang Koran, ia adalah Dion yang baru saja mengalami PHK akibat perusahaan yang memperkerjakannya bakrut. Sudah dua hari ini ia terus melakukan hal yang sama, berkeliling mencari pekerjaan. Ia terhenti dalam sebuah taman dengan sebuah tempat duduk panjang yang terbuat dari batu. Tubuhnya merasa lelah karena sudah 12 jam ia berjalan tanpa hasil pekerjaan yang ia dapatkan. Setiap kantor yang ia kunjungin selalu penuh.
Ketika ia menoleh kursi itu, sebuah buku diary menarik perhatiannya. Ia mengambil buku itu kemudian membuka perlahan tanpa nama. Hanya sebuah foto dua orang kekasih yang sedang bersama dengan latar belakang gereja tua sebagai gambaran tersisa di album itu. album itu milik oza, yang tertinggal kerena mengejar bus. Perlahan ia membaca isi album itu yang berisikan puisi-puisi indah milik Oza. Sebuah lirik terakhir yang tercatat dibalik akhir album mempersona Dion.
Tanpa sadar ketika Dion bangkit dari sana didepannya terdapat sebuah café yang menuliskan iklan membutuhkan seorang penyanyi untuk café ini. ia jadi ingat bakatnya saat kecil ketika menjadi vokalis saat acara paduan sekolah, ia memberanikan diri masuk kesana. Seorang menejer menyapanya.
“ Butuh seorang penyanyi..?” tanya Dion.
“ Ya. Tentu saja. Kami sedang butuh.. kamu bisa?”
Dion tersenyum sambil memperhatikan buku diary milik Dion.
“ Ya… saya bisa..!”
“ Ok. Kalau gitu silakan ke panggung dan bertemu dengan bagian band!”
Dion tidak akan menyia-yiakan kesempatan besar ini. ia pun segera menuju panggung kemudian mencoba menawarkan lirik yang telah ditulis oleh Oza. Setelah mendengarkan musik itu ia pun mengerti nada yang harus ia nyanyikan. Dan sejak saat itulah ia berpikir lagu ini adalah keberuntungan yang tidak akan pernah ia lupakan. Dion selalu membawakan lagu ini setiap ia manggung, alhasil begitu banyak penonton yang datang padanya dan café menjadi ramai tidak seperti biasanya.
Angel terdiam dan menunggu tiada akhir. Air matanya berjatuhan, waktunya telah habis. Ayahnya muncul saat tidak ia inginkan. Pelariannya berakhir, Oza tidak pernah muncul. Akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi bersama sang ayah. Pendidikan yang akan ditempunya di negeri kangguru tidak akan membuatnya bisa melihat Oza untuk waktu yang lama. Dan kini perpisahan itu terjadi untuk waktu yang tidak pernah akan tertebak.
Seorang remaja cantik bernama Gitta memiliki cita-cita menjadi sutradara tapi sayang cita-citanya itu ditentang keras oleh sang ayah yang berharap putrinya menjadi pemusik handal. Tapi Gitta tidak kehilangan akal, ia selalu menghabiskan jam sekolah musiknya dengan memilih untuk bolos pergi merekam setiap adegan yang ia sukai handycam pribadi miliknya.
Suatu ketika ia memasuki café tempat Dion bekerja, saat itu Dion sedang manggung. Gitta begitu menyukai penampilan Dion yang menurutnya memiliki kualitas vocal bagus, ia pun merekam perfome Dion saat itu dalam Handycamnya. Setelah lagu berakhir, ia pun memberikan tepuk tangan meriah kepada pria itu. saat keluar dari café, ayahnya sudah menanti dengan mobilnya. Gitta sadar kali ini ayahnya akan marah besar padanya karena kepergok bolos dari sekolah music.
Ayahnya meminta untuk masuk ke mobil, sepanjang perjalanan Gitta mendapatkan omelan. Ayahnya mendapatkan laporan dari sekolah music tentang kenakalan sang putri.
“ Buat apa kamu jadi sutradara, itu ga penting. Jadi pemusik lebih penting. Sini handycam kamu!”
“ jangan ayah.. Gitta janji akan sekolah musik dengan benar..”
Tanpa basa basi ayahnya melempar handycam itu ke lantai. Gitta begitu sedih, sang ayah melakukan hal ini padanya. Namun ia tak berdaya, segera ia memungut handycam yang sudah hancur itu. Ia segera masuk ke kamar dan terdiam. Beruntung memory terakhir yang ada di handycam itu terselamatnya, dan film penampilan Dion menjadi film terakhir miliknya. Ntah kenapa saat melihat penampilan Dion ia begitu terpesona dan berjanji saat itu akan menjadi pemusik sejati. Video Dion dengan lagunya adalah sebuah inspirasi besar dalam hidupnya.
Waktu berjalan diantara ketiga orang itu, Billy mulai tertarik pada music, sang ibu menjadi guru pribadinya. Namun ia hanya ingin membawakan lagu yang diciptakan oleh Oza, ibunya tidak peduli apapun yang dibawakan sang putra yang terpenting autis pada anaknya mulai membaik sejak ia mengenal lagu itu. Dion mendapatkan keberuntungan ketika sebuah produser music menawarkannya untuk membuat album, kesempatan emas itu tidak akan pernah ia sia-siakan. Artinya ia harus meninggalkan tempat kerjanya.
Gitta menekuni sekolah musiknya dengan giat dan menjadi siswa terbaik,ia mengusai biola sebagai keahliannya ketika ia ingin mengucapkan terima kasih pada Dion di café itu, pria itu telah pergi dan Gitta kehilangan sumber inspirasinya yang terindah.
Tiga tahun kemudian..
Billy mendapatkan kesempatan besar ketika sebuah yayasan autis ingin menjadikan dirinya sumber inspirasi dengan memberikan kesempatan Billy tampil dalam sebuah konser amal. Suara piano yang ia bawakan menjadi musik pertama bersamaan dengan saat Dion yang tidak ingin menjadikan beban dalam hidupnya karena telah berhasil dengan karya Oza. Ia pun mencari tau siapa pemilik buku ini, sebuah gambar kecil dibalik foto terakhir Oza dan Angel menjadi kunci asal mula semuanya. Sebuah gedung tua bertuliskan Gemba menjadi jawaban dari semua itu. Gemba adalah sebuah tempat gedung kuno dimana biasanya Oza dan Angel berlatih music bersama.
Ketika tiba ditempat itu, Dion segera mencari tau siapa pemilik buku itu. petugas itu mengatakan bahwa pemilik buku itu telah lama tidak pernah datang ke tempat ini, Dion tidak pernah putus asa. Ia pun berhasil mendapatkan alamat yang tidak begitu jelas tapi selalu menjadi tempat Oza berada. Berhari-hari ia berada di kampung Oza tanpa hasil apapun. Hingga ia berpikir untuk bernyanyi di sekitar tempat oza berada. Gitta yang kini sudah menjadi pemain biola, mencoba untuk membawakan musiknya bersamaan dengan video rekaman performe Dion. Dan itu menjadi music kedua,
Dion berdiri diatas taman yang luas, ia sengaja membawakan gitar untuk menarik pengunjung memperhatikannya. Ia mengamen di jalan itu tanpa bayaran. Dan ketiga music yang bersamaan terbawa diantara Billy, Gitta dan Dion. Bersatu walau jarak diantara mereka saling berjauhan, namun ketiganya jelas menyampaikan satu pesan terakhir dari seorang Oza untuk kekasihnya Angel.
Kembali ke Angel yang sedang menata diarnya yang ia miliki bersama oza, 4 tahun waktu yang panjang untuk bersabar mencari Oza. Ia sadar walaupun ia menunggu disini selamanya, Oza tidak akan penah muncul kembali, seorang tetangga mengatakan padanya bahwa Oza meninggal dalam sebuah kecelakaan yang tidak jelas. Ia sedih dan menaruh kenangna terakhirnya setidaknya ia sadar bahwa pria itu tidak pernah melupakan dia. Hatinya begitu hancur bila ia tetap disini Ia pun memutuskan untuk pulang kembali ke kota, saat perjalanan dengan mobilnya bersama supir. Ia terhenti oleh kerumunan orang yang sedang asyik mendengarkan seorang pria yang mengamen hingga menimbulkan kemacetan.
Ia meminta supirnya untuk berhenti karena ia tertarik untuk melihat aksi itu, ia menembus setiap kerumunan orang yang sedang terhanyut. Ketika sampai pada sebuah lirik Angel merasa tak asing, lirik itu sama persis dengan yang ditulis oleh Oza
KAU BEGITU INDAH UNTUK KULUPAKAN
KAU BEGITU SEDIH UNTUK KUJAUHKAN
KAU AKAN SELALU ADA DI HATIKU
SEKARANG DAN SELAMANYA
Angel menangis diantara kerumunan orang yang menyaksikan performe Dion. Dion mengucapkan terima kasih kepada penonton sambil berucap?
“ bagi siapapun yang memiliki buku ini mohon kesediaanya untuk memberitahukan saya bertapa saya ingin mengembalikan buku ini kepada pemiliknya?”
Angel melihat jelas buku itu seperti miliknya, ia mendekati Dion. Sambil berusap air mata bertanya
“ Dari mana kau dapatkan buku ini?”
“ aku menemukannya di sebuah taman di kota?”
“ Kapan kau mendapatkanya..”
“ 4 Tahun lalu..”
Dion tersentak , ia merasa tak asing dengan wajah Angel, kemudian ia membuka lembaran terakhir berisi album foto di buku ini dan ia baru menyadari gadis itu adalah angel. Angel hanya bisa menangis saat ia melihat buku itu. Dion bertanya kemana pria yang ada di foto ini.
“ Di hatiku selamanya..”
Dion terdiam menyadari maksud Angel.
Tamat
Musik adalah sebuah tempat yang paling indah bagi siapapun mereka dengan keadaan apapun. Sebuah karya yang agung tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun walau kelas sang pencipta telah tiada, karyanya akan abadi. (FGP)


0 comments:
Post a Comment