Rss Feed

WAKTU TERAKHIR


Sinopsis
Angel gagal ujian dan gagal pula kisah cintanya, tapi kedatangan seorang pria aneh yang bisa membaca semua rahasianya membuat ia heran, pria itu mengaku seorang dektektif. Tapi Angel tidak akan percaya begitu saja. Banyak hal yang pria itu ketahui, apakah dia hantu. Tapi mengapa bisa disentuh, apakah dia orang gila, tapi mengapa bisa berpikir.
Kisah yang begitu sedih untuk dilewatkan.. Sebuah gambaran yang mungkin akan pernah terjadi dalam hidup anda.

Siang itu, aku terduduk dengan penuh kemarahan. Kuperhatikan berulang-ulang lembaran pengumuman yang mengatakan kalau aku tidak lulus dalam ujian seleksnas untuk mendapatkan perguruan tinggi yang kuinginkan. Yang kusesali adalah perjuanganku untuk tidak tidur karena belajar sampai larut malam, sekarang semua sia-sia. Celakanya uang ibu juga hangus untuk biaya ujian ini, aku tidak sampai hati melihat wajah ibu bila mendapatkan kabar kegagalan aku, apalagi ia sudah yakin aku akan lolos  dengan bangganya.
Aku tidak berani pulang ke rumah, aku memilih untuk mencari tempat bermain. Ya aku kunjungin sebuah mal yang berisi aneka mainan timezone, kuhabiskan waktuku dengan menari di arena dance-dance revolution salah satu games yang kusukai, kuhabiskan tenaga dan kemarahaku disana dan dengan gaya pemungkas terakhir sebelum lagu berakhir, kuacungkan tanganku ke langit-langit sambil berkata
“ Persetan dengan ujian berengsek itu..” dan lagu pun berakhir..
Tiba tiba terdengar suara tepukan tangan dari orang yang tak kukenal dari arah belakang badanku, kuperhatikan arah itu dan sesosok pria dengan pakaian jas berdiri didepanku, sambil tersenyum..
“ Sudah bagus loh, kok diakhiri dengan perkataan yang ga enak didenger sih..!”
Aku tidak menjawabnya, kuambil tas ku di lantai lalu pergi meninggalkan pria yang terus menebar senyumnya, aku pikir dia adalah pria kesepian yang kegenitan terhadap lajang muda dan cantik tentunya seperti aku.  Perutku terasa lapar, lalu aku pergi menuju mcdonald yang tak jauh dari tempat arena games itu, kebeli sepotong burger dengan soft drink sambik duduk ditepian menikmati hidanganku, dan dari segitu banyak meja yang terjejerkan, pria aneh itu muncul di depanku dengan percaya diri tanpa minta izin duduk disampingku.
Aku berusaha mengacuhkan pria itu, lalu dia berkata.
“ Nama kamu Angel, usia 17 tahun, sekolah SMU Bukit, tinggi 170cm berat 51kg dan anak tunggal dari seorang ibu bernama Lestina… Benar?”
Aku nyaris tersendak ketika pria itu secara detil menyebutkan semua indentitasku,
“ Bagaimana kamu bisa tau?” tanyaku,
“ Hehehe.. Rahasia, aku banyak tau tentang kamu..!”
“ Gitu ya.. so what, ga ada pentingnya juga kan buat kamu..!”
“ Ya ga ada sih.. tapi aku tau semua tentang kamu dan masa depan kamu.. Percaya ga!”
Kuletakkan bungkus burger yang telah kuhabiskan sambil mengangkat softdrinku sambil berkata,
“ Hei orang aneh, who are u I don’t care. But jangan sok tau deh, pake acara bisa tau masa depan aku segala, emang situ Tuhan apa..!”
Dia ikut berdiri. “ Aku memang bukan Tuhan, tapi aku bahagia bisa melihat kamu.. ternyata kamu ini tidak berbeda dengan apa yang aku bayangkan..”
“ Whatever u say.. Jangan ikutin aku lagi, atau aku lapor satpam sini..!”
Aku melangkah dengan penuh curiga berharap pria aneh itu tidak ikut denganku, memang beberapa saat kemudian pria itu telah hilang dari pandanganku. Aku pulang ke rumah dengan ibu yang sudah menyiapkan makanan kesukaanku, ketika kukatakan aku gagal, ibuku yang marah langsung menyimpan makanan itu dan berkata “ Ini ibu simpan saja, sayang kalau dimakan sama anak bodoh, ntar tambah bodoh..” ledek ibukku.
Aku memang tak lapar lagi, sehingga segera menuju kamar untuk beristirahat. Ibu memang sudah biasa bersikap seperti sahabatku sendiri, tapi kalau sudah marah ya seperti itulah. Malam itu pacarku Soni tidak datang sesuai janjinya untuk mengajak aku pergi ke ulang tahun Lidia sahabatku, karena merasa tak enak hati datang seorang diri tanpa pacar.  Aku pun buru-bur menelepon Lidia kalau aku sakit, tapi Lidia marah dan bilang kalau tidak datang maka aku akan putus hubungan sebagai sahabat.
Ya, akhirnya aku pun mengalah. Sahabatku Lidia adalah segalanya, aku sebal pada Soni tiba-tiba saja bilang ibunya sakit dan harus menjenguk ke Rumah sakit. Lidia merayakan ultahnya dengan meriah, aku hanya patung yang bodoh berada di pesta itu, hingga pesta usai akhirnya aku pulang dan berjalan pulang tanpa sengaja di lampu merah persimpangan jalan, disebelah mobilku adalah Soni dengan seorang gadis asing bagiku.
Astaga, kubuka kaca mobilku berteriak. Soni melihatku, dia langsung kabur seperti pencuri saja. Hatiku sedih melihat kekasihku berselingkuh, kupinggirkan mobilku. Aku menangis, menangis untuk dua hari aneh dalam hidupku hari ini, gagal bercinta gagal pula ujian. Aku benar-benar makluk paling bodoh sedunia. tiba-tiba ditengah jalan aku melihat seperti emas kuning yang berkilau, kuperhatikan secara detil, itu seperti emas batangan. Aku rasa aku mulai gila. Lalu aku berjalan ke tengah jalan dan meraba-raba.. tapi tidak kutemukan, rasanya aku terlalu berhayal ingin kaya jadi seperti orang gila saja.
Sebuah cahaya bus mendekatiku, bus itu akan menabrakku, aku tak mampu bergarak.  Tapi aku selamat karena orang yang aneh kutemukan tadi siang, tiba-tiba muncul menarik tanganku yang sedang berada ditengah jalan.
“ Hei, kamu mau bunuh diri ya..1”
“ Ngak..” ujarku gensi
“ Lalu ngapain kamu di tengah jalan gini..!”
“ Liontinku jatuh..jadi cari kesini..”
“ Gitu ya.. hehehe.. sejak dulu kamu ga berubah ya. Masih aja pinter cari alasan..”
Aku mulai merasa orang ini aneh kembali.
“ Kamu ini siapa sih? Tiba-tiba bisa muncul gitu aja.. setan apa manusia..!”
“ Coba sentuh aja.. aku manusia kok..!”
“ Lalu kenapa bisa ada disini..”
“ Kebetulan aku sedang di jalan pulang.. eh ngelihat kamu ditengah jalan.. aku ga bisa aja melihat orang bunuh diri..
Aku tidak bisa pungkirin lagi, walaupun orang ini aneh, orang ini telah menyelamatkan nyawaku. Aku terlalu angkuh untuk mengucapkan terima kasih lalu pergi menuju mobilku, dia mendekatiku.
“ Kamu lagi patah hati ya..”
Aku tersentak, dia pun tau masalah ini. Siapa orang ini? Mengapa dia tau isi hatiku.
“ Kamu jangan-jangan tau juga pakaian celana dalamku ya?”
Orang itu tertawa sambil berkata “ Apa perlu aku sebutkan juga…?”
“ Ih.. Kamu ini siapa sih? Makluk asing apa paranormal.. kok bisa tau apa yang terjadi dalam hidup aku?”
“ Aku bukan siapa-siapa.. namaku.. Lee. Panggil itu saja..!”
“ Apa .. ikan Lele..? “ ledekku
“ Lee.. panggil Lee.. bukan ikan lele.. !”
“ Oh.. jadi pengen makan ikan lele.. ok deh karena kamu sudah selamatkan hidup aku, aku traktir makan lele mau?”
“ Siapa takut.. aku numpang ya.. soalnya aku ga ada mobil.. !”
“ Miskin amet sih. Sini masuk..!”
***
Tak banyak yang aku tau tentang Lee, yang pasti dia adalah pria yang sudah berusia 30 tahun, bertangan kidal dan bermuka tidak jelek-jelek amet. Kalau jadi pacarku, pasti aku pikir-pikir sebab selain tua, aku tidak tahan melihat jerawatnya. Dia bilang dia kerja sebagai detektif, aku percaya saja, sebab orang ini menurutku bisa tau segalanya, hanya detektif saja yang bisa tau segalanya. Lalu.. mengapa dia bisa tau segala tentang aku?..
“ Hehe.. Aku tau tentang kamu tidak banyak kok,kemarin-kemarin aku bikin riset tentang remaja dan tingkah laku, kebetulan data kamu ada di tempat kantor aku.. mungkin kamu pernah ngirim formulir pengen jadi model kali ya..!”
Bisa juga benar, sebab aku pernah bermimpi jadi model. Tapi tidak pernah lulus sensor, tapi aku tidak ingat apa aku menulis semua tentang diriku di formulir itu. Sudahlah itu masa lalu, yang penting pria ini sudah menemanin dari perselingkuhan brengsek Soni padaku. Lee terus memperhatikan aku dari ujung kaki hingga ujung rambut sehingga aku berpikir dia maniak.
“ Biasa aja kali liatinnya.. kayak ga pernah lihat gadis cantik aja..”
“ Kamu selalu bicara denganh sesuka hati kamu ya.. Aku beruntung bisa mengenal kamu..”
“ Thks.. banyak yang bilang gitu kok.. semua selalu beruntung, tapi aku yang sial.. mengapa bertakdir dengan kamu..!”
“ Ya.. memang takdir kita buruk.. tapi aku senang kok.. oh ya aku juga tau kok.. tempat favorit kamu semuanya aku tau tentang kamu.. !”
“ Ok.. wahai detektif kalau kamu tau segalanya.. coba sebutkan.. kapan aku nikah? Terus anakku nanti ada berapa? Dan kapan aku mati?”
Pria itu terdiam.. tiba –tiba dia tidak seceria sebelumnya.
“ Maaf, aku ga bisa jawab..!”
“ Dasar orang aneh, tadi semangat sekali. Tiba-tiba kayak gini.. kalau gitu aku pulang dulu ya.. uda malam, ntak ibu aku bisa marah besar..”
“Oh ya.. kapan kita bisa berjumpa lagi.”
“ Hehe.. aku rasa seorang detektif seperti kamu tidak akan kesulitan menemukan aku, so.. ga perlu janjian kan..!”
Kami mengakhiri pertemuan itu, ia mengucapkan terima kasih atas ikan lele yang kutraktir. Keesokan harinya Soni tidak pernah muncul dihidupku, aku pun tak sudi lagi bicara dengannya, sepertinya dia tau diri karena terlihat selingkuh olehku. Bahkan yang aku dengar hubungan itu sudah lama, aku berdoa pada Tuhan cabut nyawanya seperti lagu Wali. Ayahku sudah meninggal lama karena penyakit kanker leukemia, tapi aku tidak pernah melihatnya sebab sejak aku bayi dia telah meninggal. Ibu beruntung terlahir pintar sehingga mampu menjalankan bisnis laundrynya.
Aku sedang berjaga di laundry karena ibu sedang ada urusan dengan temannya, tiba-tiba pria itu muncul lagi. Kali ini dia sudah tau alamatku, tapi aku tidak terkejut karena dia kan detektif, dia datang sambil membawa pakaiannya yang terbuat dari jas. Ia mengunakan jasa laundryku, karena aku kenal dia aku pun menawarkan minuman. Dia tersenyum menyambutku dengan bahagia, seperti aneh saja. Hanya secangkir kopi saja sudah kegilangan.
“ So.. Menjadi detektif itu apa untungnya sih..?”
“ Tidak banyak sih.. bayarannya lumayan, kerjanya jalan-jalan. Memang napa minat~!”
“ Lalu detektif itu bisa tau segala klien dan orang yang akan di pantau dong, kalau aku minta tolong kamu pantau orang lain bisa juga ya?”
“ Tergantung bayaran.. emang napa? Mau minta aku cari Soni ya?”
“ Ih.. ngapain cari laki-laki buaya darat kayak dia.. ke laut saja!” sejujurnya itu tujuanku tapi karena dia sudah tau akhirnya aku harus menjaga wibawaku.
“ Kamu seumur gini kenapa belum nikah? Ga laku ya?”
“ Aku sebenarnya punya kekasih. Sayang dia telah pergi jauh.. Jadi.. sekarang lagi cari lagi..”
“ Wah.. Kamu bisa baca nasib orang… tapi ga bisa baca nasib kamu sendiri.. uda tau mau di tinggal, ngapain dicintai..”
“ Boleh aku katakan suatu sama kamu..?”
“ Ya.. silakan ?”
“ Kita tidak akan pernah tau siapa dan kapan cinta kita berakhir.. cinta kita di dunia Cuma satu, bila berakhir maka sulit untuk melupakan.. bukan hal yang mudah, dan ini bukannya yang sedang kamu alami..”
Aku terdiam. Dia benar, aku tidak patut beragumentasi. Dia bisa membaca isi hatiku, jadi kali ini aku menyerah.
“ Kamu tau.. mungkin aku kagum pada kamu walau kamu buka tipe laki-lakiku, kalau kamu sepintar ini bisa jadi aku suka kamu nanti..”
“ Oh ya.. aku senang mendengarnya.. kalau gitu kita boleh ada kencan dong nanti..”
“ Atur aja.. anggap aja aku sedang bermain kartu.. menerima kencan kamu, hahahaha!”
“ Sombongnya..” ledeknya.
***
Akhirnya kami benar-benar berkencan, sejenak aku lupakan semua masalah hidupku, cintaku, sekolahku dan sahabatku. Dia hadir memberi warna yang sangat indah dalam hidupku, kami pun menjadi sangat dekat. Tapi dia tetaplah misterius bagiku, aku tidak tau siapa keluarganya seperti ia tau tentang keluargaku, ia tau semua rahasia hidupku tidak seperti aku tau rahasia hidupnya. Tapi itu buka masalah, kami cocok dan seiring waktu kami pun sering bersama.
Sayang Lee sering menghilang dan pergi begitu saja tanpa aku tau kemana dia, tapi aku percaya padanya.  Ujian saringan masuk kembali diadakan, Lee yang pintar menjadi guru pribadiku agar aku bisa lolos, ibu begitu senang padanya. Aku heran selama ini ibu selalu melarang aku punya teman dekat pria, tapi dengan Lee ia seolah seperti mendukung aku bersamanya, aku sempat berpikir itu ingin memaafkan kepintaran Lee sehingga tertular padaku sehingga bisa lolos seleknas perguruan tinggi.
Suatu malam sebelum ujian besoknya, aku duduk bersama Lee sambil menikmati makanan kesukaan barunya pecel Lele, dia bilang di tempatnya tidak pernah menikmati ikan selezat ini, aku ragu ingin mengatakan kalau Lele itu hidup karena biasa makan kotoran manusia. Kalau dia tau, pasti dia akan muntah saat itu juga. Lee bertanya padaku.
“ Kenapa kamu memaksa ingin kuliah di perguruan tinggi teknologi itu, kamu kan perempuan.. bukannya lebih cocok menjadi dokter atau psikolog, daripada mainan mesin gitu?”
“ Hahaha.. Ntahlah, kata ibuku, ayah sangat suka mesin… aku pun ingin menerukskan hobby ayah, gini-gini di darahku juga ada naluri mengotak-atik mesin.. so kenapa ga ?”
“ Gitu ya,.. emang kamu mau ciptakan apa sih..? mesin apa gitu..?”
“ Aku punya cita-cita.. bisa bikin mesin waktu.. supaya aku bisa kembali ke masa lalu, melihat ayahku. Aku pengen banget lihat beliau.. tapi sayang.. aku tidak bisa lihat karena beliau sudah ga ada, Cuma bisa lihat fotonya saja”
“ Cita-cita kamu itu khayal banget sih.. mana mungkin bisa terjadi..gila.. ga ada yang lain gitu?”
“ Ye.. kok situ yang sewot.. kan cita-cita apapun harus diawali dari mimpi, dari mimpilah semua yang ada di dunia ini tercipta..”
“ Hahaha.. kamu jadi pintar ya.. semoga besok kamu sukses ya..!”
“ Kalau aku lolos seleknas.. kamu mau aku kasih apa?” ujarku
“ Aku..?”
“ Iya.. anggap aja ungkapa terima kasih..”
“ Aku cuma mau kamu tau.. aku sangat sayang sama kamu, walau aku baru kenal kamu. Kamu adalah wanita paling indah dalam hidup aku.!”
“ Basi amet sih..orang ditanya apa jawab apa”
“ Hahaha.. oke-oke.. aku mau kamu jaga diri kamu baik-baik ya.. mungkin aku akan sering pergi, jadi kamu harus take care diri kamu.. maklum detektif..”
“ Itu aja.. kalau itu mah naluri aku juga pasti jaga diri.. sekarang giliran aku, sekarang kalau aku lolos.. kamu mau kasih aku apa..?”
“ Tunggu ya… aku ada sesuatu untuk kamu, kamu Cuma boleh buka pas uda lulus nanti..!”
Ia memberikan aku sebuah kotak yang sangat besar..kotak yang aneh beralaskan besi padat, dengan tombol pembukanya. Aku bingung dan bertanya..” Apaan ini., gede amet kayak berangkas uang aja? Isinya uang ya hehehe?”
“ Hahaha.. Itu Cuma bisa kamu buka pas kamu uda lulus ujian ya.. kode kuncinya juga bisa kebuka uda aku atur pas kamu lulus ujian..?”
“ Lah kalau ga lulus..?” Tanyaku.
“ Kamu pasti lulus, percaya deh.. yang penting kamu percaya diri..
“ Semoga saja..”
Aku tidak apa isinya, tapi aku simpan saja di kamarku. Besok paginya, aku berangkat seleknas dan Lee yang mengantarkan aku. Di depan pintu ujian, ia berkata padaku kalau dia mungkin akan pergi untuk urusan penting. So aku harus konsentrasi penuh, aku tidak mengerti mengapa di hatiku timbul perasaan cemas yang sangat dalam. Tapi bukannya ini sudah biasa terjadi dalam hubungan kami, Lee memelukku dengan erat, lalu berkata padaku.
“ Percayalah kamu bisa.. kamu akan menjadi orang hebat kelak.. ok!”
Aku terdiam kemudian memasuki ruangan ujian, Lee pergi dan aku melihatnya melangkah untuk terakhir kalinya. Ketika ujian selesai, aku tidak pernah melihatnya lagi.dia menghilang, aku cemas apa dia mengalami sesuatu ketika menyelidki kliennya. Seminggu kemudian aku mendapatkan pengumuman lulus, aku bahagia dan ingin mengatakan itu pada Lee. Sayang, dia telah menghilang dalam hidupku. Tanpa pesan apapun dan pergi begitu saja.
Aku sedih tapi tidak bisa berbuat apa-apa, kotak berangkas yang ia berikan padaku. Benar-benar terbuka di waktu yang ia janjikan. Isinya berupa surat dan beberapa jenis kapsul yang aku pikir adalah obat-obatan. Kubuka surat itu..dan kubaca.
Angel.. Jaga diri kamu.
Simpanlah obat ini, kelak kamu akan membutuhkannya..
Aku akan pergi untuk selamanya.. jangan mencari aku, karena kamu tidak akan menemukan aku sampai akhirnya nanti..
Aku mencintai kau.
Aku pikir dia hanya bermain-main denganku dengan surat ini, aku marah dan berjanji pada diriku akan menghajarnya saat dia kembali. Bahkan aku akan putuskan dia, tapi semua itu hanya sebuah ancaman kosong karena Lee benar-benar meninggalkan aku untuk selamanya. Aku sedih, tapi tak kuasa menahannya, dia yang rugi telah pergi dalam hidupku. Cinta yang pahit, 3 tahun kemudian aku lulus perguruan tinggi dan mendapat beasiswa ke Jerman.
Di Jerman aku mengambil teknis mesin,  tiba-tiba di akhir semester aku sering merasakan sakit. Sakit hingga hidungku selalu mimisan. Tapi aku anggap itu sakit biasa, ketika aku sedang naik sepeda terdapat sebuah pertandingan bulutangkis di kotaku, aku jadi rindu dengan kampung halamanku. Dan salah satu pemain yang sedang bertanding itu membuat mataku terpelanjah.. itu adala Lee..
Aku mendekatinya sambil menghajar kepalanya dengan tasku, ia melihatku dengan aneh. Bahkan ia ‘ tidak mengerti bahasa yang kuucapkan. Aku jadi heran.
“ Kamu Lee kan..? “
“ Yes i am.. who are you?”
“ Angel.. kamu lupa.. parah.. kalau emang gitu selamat tinggal..?”
“ Sorry maybe u wrong people..?”
“ Ya ya.. whatever lah..” aku pergi meninggalkan orang itu tapi tiba-tiba ku terjatuh pingsan dan ia menopah tubuhku.
Ketika aku tersadar aku sudah berada di rumah sakit, kalian tau apa yang dokter katakana padaku. Aku sudah kena kanker Leukimia stadium 3, penyakit  yang sama membuat ayahku meninggal. Lee ada disana, tapi dia tetap tak mengenalku. Dia pikir aku stress karena penyakitku. Tapi aku salah, sebuah misteri yang tak bisa aku sampaikan kepada siapapun.
Waktu telah mengubah semuanya, lee yang sekarang tidak akan pernah mengenalku. Obat yang Lee yang dulu berikan padaku telah menyelamatkan aku, dokter yang sudah menyerah pun kaget ketika menemukan hidupku sembuh dengan obat yang tak pernah ada di dunia.  Sebab, sesungguhnya di hidupku yang sebenarnya aku harusnya telah mati. Lee yang pernah kukenal itu, adalah orang yang datang dari masa depan padaku.
Dia mengubah takdirku, dia sadar di masanya aku memang bersama dia. Tapi sayang aku keburu mati, tapi aku berhasil menciptakan sebuah mesin waktu. Mesin waktu itu hanya perlu sedikit polesan terakhir, kanker itu mengakhiri segalanya. Lee yang pintar akhirnya meneruskan misiku selama 10 tahun lamanya dan ia berhasil. Saat ia berhasil obat kanker telah ditemukan, dan ia membawanya padaku kembali 15 tahun kemudian.
Dan aku pun mengerti mengapa Lee yang sekarang tiba-tiba tidak mengenalku, karena takdir kami telah berubah..
Apakah ini nyata? Ia bahkan sudah memiliki orang lain dalam hidupnya ketika aku sembuh dan keluar dari rumah sakit yang ia bilang kekasihnya.
Tamat

0 comments: